Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Versus Produktivitas

Posted: May 3, 2011 in Artikel K3, Dasar-dasar K3
Tags: , , ,

Budaya K3 – Seringkali kita mendengar bahwa K3 merupakan suatu hal yang utama dalam pelaksanaan Industri.  Baik itu industri rumahan hingga sampai industri yang berkelas besar. Bahkan pemerintah pun turun tangan dalam mengatasi permasalahan K3 yang ada pada setiap perusahaan. Permasalahan K3, pada umumnya diidentikan pada sebuah kecelakaan. Bahkan tidak jarang pula sebuah perusahaan diklaim buruk jika pada perusahaan tersebut sudah terjadi kecelakaan. Begitu pun sebaliknya, apabila dalam perusahaan tersebut belum terjadi kecelakaan mereka mengklaim perusahaannya bagus dalam penerapan K3. Padahal, pada kenyataanya K3 dalam perusahaan tersebut hanya sebagai bentuk formalitas dan slogan.

Secara kasat mata, permasalahan K3 ini merupakan suatu permasalahan yang sepele. Biasanya perusahaan, mengatasi masalah tersebut hanya dengan merekrut karyawan yang bertugas sebagai petugas K3 di dalam perusahaannya yang dinilai mampu menyelesaikan masalah tersebut. Permasalahan K3 adalah tanggung jawab petugas K3. Padahal ini salah besar, permasalahan K3 adalah tanggung jawab bersama. Peranan petugas K3 sebagai fasilitator berjalannya program-program K3 yang ada di perusahaan.

Namun, pada pelaksanaannya seringkali petugas K3 ini hanya dijadikan sebagai tameng perusahaan. Dilibatkan apabila ada permasalahan atau isu yang terkait dengan K3, atau bahkan jika terjadi kecelakaan dalam sebuah perusahaan.

Perlu ditelaah lebih mendalam akar permasalahan yang terjadi dalam sebuah perusahaan sehingga perusahaan hanya menganggap K3 sebagai pelengkap atau persyaratan pemenuhan persyaratan. Bukan sebagai kebutuhan, atau sebagai hal yang krusial dalam sebuah usaha produksi.

Kalau kita berkaca terhadap perusahaan-perusahaan asing yang berada di Indonesia. Dimana penerapan K3 ini merupakan sebuah aktivitas utama dalam setiap aspek kegiatan yang ada di perusahaan. Justru pelaksana K3 pada perusahaan tersebut bukan petugas K3 langsung. Melainkan para penanggung jawab setiap bagian atau unit dari pekerjaan. Ini bukan suatu hal yang terjadi begitu saja, atau karena memang perusahaan besar yang memiliki dana operasional besar. Itu pun salah besar, jika kita menganggap K3 itu membutuhkan biaya besar.

Biasanya kita baru sadar pentingnya K3 itu, jika sudah terjadi suatu kejadian yang nilai kerugiannya tampak jelas. Seperti terjadinya kebakaran yang sangat nyata kehilangan aset gedung beserta isinya. Kita pun baru sadar pentingnya K3, jika sudah terjadi kecelakaan yang menyebabkan Hilangnya nyawa seseorang. Besaran biaya pencegahan dibandingkan kerugian yang terjadi sangat tampak terlihat.

Sebelum kejadian, banyak yang berpikiran tidak ada waktu untuk menerapkan K3. Sering juga kita mendengar, tidak sempat melakukannya karena sedang mengejar produksi. Namun, ketika kejadian tersebut menimpanya. Bisa dibayangkan berapa kerugian yang muncul? Berapa waktu kerja yang Hilang? Berapa besarnya produksi yang tertunda?

Upaya yang dilakukan perusahaan-perusahaan besar yang sudah menerapkan K3 dalam setiap aspek kegiatan tidaklah mudah. Dalam hal ini sangat diperlukan komitmen yang kuat dari setiap level Jabatan. Bukan hanya, menuntut karyawan level bawah harus menjalankan K3 sedangkan level atas dibolehkan melanggar pelaksanaan K3. Justru hal ini dilakukan sebaliknya, sebagai atasan wajib memberikan contoh kepada bawahannya dalam melakukan segala aktivitas dengan mengutamakan keselamatan kerja.

Kunci dari penerapan K3 yang dilakukan perusahaan besar tersebut adalah Membudayakan K3 dalam kehidupan. Budaya memang suatu kata yang terlihat sepele namun memiliki makna yang sangat mendalam. Membentuk sebuah budaya, tidak semudah dengan memberikan reward atau punishment dari atasan kepada bawahannya. Budaya ini muncul dari diri kita sendiri. Dari pikiran masing-masing individu yang ada dalam sekumpulan organisasi. Budaya merupakan sebuah komitmen dari masing-masing individu. Memulai dari diri kita sendiri. Memulai dari hal yang terkecil. Memulainya dari sekarang.

Jika setiap individu sadar akan pentingnya K3 dalam kehidupan dan Membudayakan K3 dalam setiap aspek kegiatan. Maka, angka kecelakaan dapat berkurang dengan drastis. Produktivitas akan meningkat dengan sendirinya. Anda tidak percaya??? Coba dengan memulai penerapan K3 dalam kehidupan Anda, dalam setiap pekerjaan yang Anda lakukan. Mengikuti setiap arahan dan Instruksi yang diberikan atasan atau petugas K3 yang ada di perusahaan Anda. Ingat! Kita bekerja tentunya ingin pulang dengan membawa hasil dari pekerjaannya ke rumah dan dapat dinikmati bersama dengan keluarga.

Oleh: Jamaludin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s