Membentuk karakter K3 di perusahaan

Posted: May 25, 2012 in Artikel K3
Tags: , , , , , , ,

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan suatu bentuk upaya untuk mencapai situasi perusahaan, dimana pegawai di dalamnya merasa sehat, dan merasa aman dari suatu Bahaya maupun Risiko yang muncul. Dapat dikatakan pula, tujuan akhir dari suatu program K3 di perusahaan adalah tidak adanya angka Kecelakaan kerja, bahkan hingga tidak adanya angka kesakitan akibat kerja di dalam perusahaan.

Menurut Maslow, di dalam teori hirarki kebutuhan menjelaskan bahwa Kesehatan dan juga keselamatan merupakan suatu kebutuhan yang paling mendasar. Namun, terkadang hal yang kita butuhkan tidak semuanya terpenuhi. Apalagi kebutuhan-kebutuhan yang bersifat abstrak seperti halnya Kesehatan dan juga keselamatan yang memang belum terjadi.

Seseorang akan cenderung memahami, jika orang tersebut mengalaminya sendiri. Hal ini yang seringkali menjadi permasalahan utama dalam suatu program K3 di perusahaan. Para petugas K3 perusahaan, sering bahkan tidak pernah bosan menjelaskan tentang Bahaya dan Risiko. Namun, jika di perusahaan yang memang belum pernah mengalami Terpapar oleh Bahaya dan Risiko tersebut, cenderung mengabaikan. “Toh, hal tersebut belum pernah terjadi pada diri saya”. Kalimat tersebut yang sering muncul.

Hal tersebut menjadi sebuah dilemma bagi petugas K3 yang ada. Pada akhirnya, disatu sisi memang suatu kewajiban dari perusahaan, dilain sisi terkadang petugas K3 kesal dengan ungkapan-ungkapan tersebut. Kondisi seperti ini memang tidak terjadi di semua perusahaan, apalagi untuk perusahaan besar yang memang K3 itu sudah menjadi prioritas utama. Segala sesuatu Aktivitas, Selalu dilihat dari aspek keselamatan dan juga Kesehatan pekerjanya maupun asset perusahaan yang ada. Ini yang dinamakan perusahaan yang memiliki karakter yang kuat dalam K3. Ini bukan suatu proses yang singkat atau mudah dilakukan. Justru ini hal tersulit dilakukan dalam mengimplementasikan K3 di perusahaan.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, Karakter memiliki arti “bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, tempramen, watak” . Karakter berasal dari bahasa Yunan yang berarti “to mark” atau menandai dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku, sehingga orang yang memiliki tindakan tidak baik berkarakter jelek . Sebaliknya orang yang Berperilaku baik disebut dengan berkarakter baik.

Karakter ini merupakan sifat bawaan, atau suatu sikap maupun perilaku yang di bentuk sejak kecil. Namun, permasalahan yang muncul adalah Apakah setiap Pekerja yang ada di perusahaan kita memiliki karakter baik? Atau malah para Pekerja kita terdiri orang yang memiliki karakter jelek, seperti halnya cuek, tidak peduli, dan bersifat acuh terhadap orang lain? Semua itu kembali lagi ke visi misi dari sebuah perusahaan, baik secara umum perusahaan maupun visi misi pribadi dari pemilik perusahaan atau pengelola perusahaan. Tidak jarang kita menemui, perusahan yang menjadikan program K3 menjadi suatu formalitas untuk mempermudah mendapatkan tender atau meningkatkan image perusahaan di mata customer. Bukan suatu hal yang sulit, jika kita Membentuk suatu perusahaan yang berkarakter K3 positif, dengan Kondisi-kondisi di atas. Semuanya kembali kepada Komitmen perusahaan maupun personal di dalamnya.

Seperti kita ketahui bersama program K3, merupakan suatu program untuk membentuk sikap maupun perilaku Pekerja yang aman dan sehat. Untuk mencapai sikap dan perilaku yang sehat, selamat dan aman ini saat ini dipermudah dengan adanya suatu sistem Manajemen K3 (SMK3) atau dengan adanya sertifikasi OHSAS 18001 dengan Sistem Manajemen K3. Secara normative di bahas di dalam PER.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen K3, pasal 1 menjelaskan SMK3 adalah bagian dari sistem Manajemen keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggungjawab, pelaksanaan, prosedur, proses, dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian pengkajian, dan pemeliharaan Kebijakan keselamatan dan Kesehatan kerja dalam rangka pengendalian Risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempa kerja yang aman, efisien dan produktif.

Dalam sistem SMK3 di jelaskan hal yang pertama kali dilakukan adalah membangun sebuah komitmen serta tanggung Jawab bersama terhadap Kesehatan dan keselamatan kerja, terutama bagi pimpinan perusahaan. Komitmen dan tanggung Jawab ini merupakan penekanan awal dalam pembentukan karakter. Jika suatu pimpinan perusahaan berkomitmen terhadap K3, maka jika melihat atau mendengar suatu laporan adanya pelanggaran maka pimpinan ini mesti mengambil sikap dan tindakan yang tegas. Sikap dan perilaku pimpinan pun dapat menjadi contoh bagi setiap karyawan. Ini yang dinamakan pembentukan karakter, seperti anak kecil yang akan Selalu meniru kedua orang tuanya. Setiap ucapan, maupun tindakan ayah dan ibunya yang kelak menjadi sikap dan perilaku si anak tersebut.

Seseorang cenderung akan mencontoh orang yang memiliki power kuat, memiliki pengaruh yang besar, dan dapat dijadikan role model. Hal ini, dapat dilakukan dengan penekanan dari pimpinan perusahaan bagi para atasan, manajer atau level supervisor. Untuk Selalu, memberikan contoh sikap dan perilaku yang aman, sehat dan selamat kepada anak buahnya.

Kemudian, di dalam SMK3 juga terdapat klausul yang menjelaskan mengenai implementasi atau penerapan program K3. Salah satu bagian dari program, adalah dengan adanya pengembangan dan Pelatihan bagi karyawan terutama terkait aspek K3 di perusahaan. Program ini yang akan mengedukasi karyawan, memberikan pengetahuan yang cukup sehingga tersimpan dalam benak karyawan tentang aspek K3 tersebut.

Di dalam klausul implementasi, terdapat juga program Komunikasi dan Promosi K3. Para atasan menyampaikan kepada bawahannya tentang aspek Bahaya dan Risiko yang ada di tempat kerja. Hal ini terkesan sangat membosankan. Akan tetapi, ini penting untuk Selalu disampaikan kepada pekerja. Agar Pekerja akan Selalu ingat, dan bahkan dapat mengingatkan rekan kerja jika terdapat penyimpangan atau ketidaksesuaian. Ini yang biasa disebut dengan toolbox meeting atau safety talk yang disampaikan setiap hari.

Kemudian, promosi K3 secara regular dilakukan agar Pekerja dapat Selalu ingat dan lebih memahami tentang aspek-aspek K3 yang disampaikan. Bentuk promosi K3 dapat dilakukan dengan visualisasi atau gambar. Seperti poster, Spanduk, banner, pamflet, sticker, dan lain-lain. Bentuk promosi juga dapat dilakukan dengan suatu program yang menarik, seperti dibuatkan lomba, kuis, dan bentuk program lainnya. Intinya, petugas K3 melakukan sosialisasi dan promosi-promosi yang menarik agar Pekerja lebih memiliki awareness yang tinggi terhadap aspek K3.

Pada pelaksanaannya memang bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Melakukan suatu perubahan karakter individu, budaya organisasi, dan merubah sikap maupun perilaku merupakan suatu tahapan proses. Dengan sistem Manajemen K3, merupakan suatu cara untuk memberikan suatu perubahan dari berbagai arah. Dari sisi pimpinan perusahaan, dengan memberikan komitmen dan tanggung Jawab, serta memberikan contoh sikap dan perilaku. Kemudian, melakukan penekanan kepada level manajer dan juga level supervisor untuk Selalu bersikap dan Berperilaku yang aman, sehat dan selamat. Sehingga dapat menjadi role model bagi Pekerja. Dari sisi pekerjanya pun, dengan pembekalan pengetahuan yang cukup, serta stimulus dengan Selalu diingatkan, diberikan contoh visualisasi gambar, dan dengan memberikan program-program yang dapat menarik para Pekerja untuk dapat terlibat.

Membentuk karakter yang kuat terhadap aspek K3 di perusahaan bukan hal yang sulit. Dengan komitmen, konsistensi, dan keterlibatan Seluruh level di perusahaan hal itu akan mudah dilakukan.

Oleh: Jamaludin

 

Referensi:

Peraturan Mentri : PER-05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen K3

Di unduh 9.49 WIB, 25 Mei 2012:  http://kabar-pendidikan.blogspot.com/2011/05/artikel-pendidikan-konsep-pendidikan.html

Di unduh 10.01 WIB, 25 Mei 2012:  http://okasatria.blogspot.com/2008/01/sistem-manajemen-k3-di-indonesia.html

Di unduh 10.07 WIB, 25 Mei 2012: http://id.wikipedia.org/wiki/Abraham_Maslow

Di unduh 10.10 WIB, 25 Mei 2012: http://www.apakabarpati.com/2012/01/tanpa-kedisiplinan-k3-takkan-jalan.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s